Selasa, 31 Mei 2016

Obyek Wisata Goa Lawa Purbalingga

                      2
INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN, MAU ? 
TERBATAS UTK 20 ORANG, KHUSUS HARI INI
 
http://ngalirterus.com
20 JUTA PERBULAN DENGAN MODAL 95 RIBU, MAU? 
KUNJUNGI WWW.NGALIRTERUS.COM
 
http://ngalirterus.com
DAFTAR 95 RIBU, KERJA 2 JAM DAPET 500 RIBU, MAU? 
TERBATAS UTK 20 ORANG, KHUSUS HARI INI
 
http://ngalirterus.com
MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95 RIBU 
KUNJUNGI WWW.NGALIRTERUS.COM
 
http://ngalirterus.com
berkunjung ke kota Purbalingga belumlah lengkap jika tidak menikmati Goa Lawa. Obyek wisata yang berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja. Selain menawarkan indahnya lorong-lorong perut bumi, juga sejuknya udara dibawa kaki Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi ke dua di pulau Jawa
Perjalanan menuju tempat ini tidaklah sulit. Dari pusat kota Purbalingga, perjalanan darat ditempuh sejauh 27 kilometer ke arah Utara. Ketika sampai di ruas jalan Purbalingga – Pemalang tepatnya di pertigaan Karangreja, sudah terpampang papan selamat datang di Obyek wisata Goa Lawa. Dari tempat ini, perjalanan tinggal sekitar 3 kilometer dengan kondisi jalan yang sedikit naik.
Sebelum menikmati lorong-lorong gua, pengunjung dapat pula melihat-lihat soevenir, buah-buahan seperti nanas, alpukat dan strobery yang dijual oleh petani setempat. Di sekitar area parkir yang luas, juga terdapat cafe-café yang menyajikan jajanan dan minuman hangat seperti wedang jahe dan mendoan.


Tempat parkir goa lawa

Di dalam kawasan kompleks Goa Lawa, kita dapat juga menikmati arena permainan anak-anak, keong raksasan tempat memadu kasih, berbagai macam tanaman bunga, rindangnya pohon pinus, dan obyek lain yang tentunya sangat menarik.
Perjalanan inti kunjungan ke Goa Lawa tentunya menikmati lorong-lorong gua yang telah ditebari lampu-lampu penerangan. 

Jalan di sekitar pintu masuk goa lawa

Di beberapa tempat, juga terpasang lampu-lampu beraneka macam membentuk gambar kelelawar.
Perasaan gelap langsung menyapa begitu sampai di mulut goa. Objek pertama yang terlihat adalah sebuah batu berujud tokoh Punakawan Semar. Meski tidak dipahat namun batu alam ini sangat mirip dengan gambar Semar di pewayangan. Konon batu ini masih kerap memunculkan sosok asli tokoh Semar ini. “Orang disekitar sini menyebutnya mbah Semar,” ujar manajer Goa Lawa, Achmad Sobari.


Batu semar

Lorong Goa

Berjalan sekitar sepuluh meter dari Batu Semar, pandangan kita akan membentur dinding batu berwujud seperti pohon beringin putih yang disebutnya sebagai Waringin Seto. Di sebut Waringin Seto karena memang bentuknya yang mirip pohon beringin, dari batang sampai ke daun-daunnya. 
Sepanjang perjalanan, tetesan air dari atap gua tak bisa terhindarkan. Seolah terasa kepala dan tubuh kita basah kuyup.
Istana Lawa dan relief berbentuk dada kelelawar raksasa adalah objek yang kemudian bisa ditemukan. Setelah itu ada Sendang Drajat, Pancuran Slamet dan Bale Paseban.


Waringin seto


Pancuran slamet

Tiga objek terakhir ini menurut cerita, erat kaitannya dengan kisah penyebar agama Islam, Wali Songo. Konon, pada awal penyebaran Islam di tanah Jawa, Goa ini sebagai markas para wali untuk menyebarkan Islam. Mereka kerap bertemu di tempat ini untuk berkoordinasi dan beristirahat.
Paseban Agung sebagai contoh, adalah sebuah ruangan berdimensi 10 x 8 x 3 meter yang biasa digunakan untuk pertemuan. Di tempat ini terdapat sembilan batu yang tersusun sedemikian rupa. Konon sering dipakai untuk duduk para wali. Sendang Drajat dan Pancuran Slamet biasanya dipakai untuk mengambil air wudlu. Sedang sholat dilaksanakan di ruang langgar.
Kisah tentang keberadaan para wali ditempat ini pernah dibuktikan oleh warga sekitar. Beberapa orang dari Cirebon dan Baghdad juga pernah menjumpai hal yang sama di tempat itu.
Selain tempat-tempat yang diduga pernah digunakan oleh para wali, di dalam Goa Lawa juga terdapat beberap goa lain. Diantaranya Goa Batu Keris, Sanggar Panembahan, Goa Mulut Raksasa, Goa Naga, Goa Cepet dan Goa Ratu Ayu. 




Selain itu di dalamnya juga ditemukan danau yang airnya sangat jernih.“Kedalaman danau itu lebih dari dua puluh meter. Karena itu, Pemkab Purbalingga ketika mulai membuka obyek wisata ini sekitar tahun 1978 membuat jembatan kecil di dalam goa,” ujar Achmad Sobari.


jembatan kecil di atas danau sedalam 20 m di dalam goa lawa

Penelusuran Goa Lawa memakan waktu sekitar satu jam. Jalan berkelak-kelok harus dilalui para pengunjung untuk menelusuri seluruh isi goa. Namun tak usah khawatir, pemerintah setempat telah membangun jalan yang lega dan aman untuk memuaskan hasrat petualangan kita. Meski mengurangi kenaturalan obeknya, namun keberadaan jalan dan jembatan serta pagar membuat pengunung lebih mudah menelusuri seisi goa.
Bagi siswa sekolah goa Lawa bisa dijadikan sebuah obek pengamatan tentang lapisan-lapisan bumi. Sementara bagi orang-orang yang ingin menyepi, goa Lawa juga kerap menjadi tempat yang bisa dipilih untuk bersemedi, menyerahkan diri pada sang pencipta.
“Kalau beruntung, biasanya orang akan mendapatkan apa yang dicarinya. Baik kejernihan hati maupun barang dalam bentuk fisik seperti pusaka dan jimat,” timpal Surip, seorang juru kunci Goa Lawa.
Melihat sejarah ditemukannya Goa Lawa sebagai tempat berkumpulnya para wali membuat banyak orag mendatangi tempat itu. “Beberapa waktu lalu bahkan ada beberapa orang yang datang langsung dari Baghdad Irak untuk mengunjungi tempat ini. Katanya mereka mendapat petunjuk langsung untuk mengunjungi tempat ini,” cerita Surip.
Namun Surip mengaku tak tahu persis apa yang didapat orang-orang tersebut.
Hanya saja, ada keanehan yang terjadi saat orang-orang tersebut datang ke Goa Lawa.
“Ruang Langgar yang biasanya hanya mampu menampung sekitar dua puluh orang tiba-tiba saja bisa memuat 1 orang tanpa mengalami perubahan bentuk, “tutur Surip. Saat itu tempat tersebut digunakan untuk istighozah bersama.
Sambut Lebaran
Pengunjung obyek wisata Goa Lawa, biasanya akan melimpah seiring dengan kepulangan para pemudik lebaran. Pihak Pemkab Purbalingga melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, pemuda & Olah raga (Disbudparpora) telah menyiapkan obyek ini sebaik mungkin. Mulai dari keamanan para pengunjung, arena hiburan, hingga kedamaian menikmati obyek wisata tak perlu diragukan. Pemkab setempat tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi Anda para pengunjung. Selamat berlibur dan menikmati Obyek wisata Goa Lawa.

Di area obyek wisata goa lawa juag terdapat goa lain yaitu goa lorong kereta



Gua memang menyimpan banyak keajaiban alam yang sangat menakjubkan, terutama dengan jenis bebatuannya.Selain Gualawayang sudah sangat dikenal masyarakat Kota Purbalingga khususnya dan masyarakat Jawa Tengah pada umumnya, kini di Obyek Wisata Gualawa juga telah dibuka Gua Lorong Kereta.  Gua Lorong Keretaadalah gua yang menyerupai gerbong kereta dan mempunyai keunikan tersendiri dengan jenis bebatuannya. Gua yang masih alami ini diperuntukkan untuk wisata minat khusus. Bagi wisatawan yang gemar berpetualang dan menyukai tantangan pasti akan tertarik melakukan susur gua (caving) didalam Gua Lorong Kereta yang mempunyai kedalaman sekitar 300 m.
Gua Lorong kereta mempunyai beberapa lorong yang tidak saling berhubungan. Untuk bisa memasuki Gua Lorong kereta Anda harus ektra hati-hati karena lorong utama untuk masuk sempit, Anda harus jongkok dan merangkak untuk bisa menelusuri lorong demi lorong yang terdapat di Gua Lorong Kereta.
Bebatuan di Gua Lorong Kereta mempunyai banyak keunikan, tak kalah dengan batu klawing yang lagi booming di Kota Purbalingga. Di Gua Lorong Kereta ada beberapa batu yang menyerupai arca .
Yang tak kalah menariknya adalah adanya tumbuhan yang tumbuh diatas batu dan hidup diatas semacam serangga yang sudah mati. Sepintas tumbuhan ini mirip seperti bunga udumbara budha yang diyakini hanya mekar setiap 3.000 tahun sekali.Mungkinkah ini adalah bunga udambara budha ???
Berbagai sumber mengatakan kalau bunga udambara budha yang melegendaris itu bisa tumbuh diberbagai media, seperti daun, batu, kaca, baja, papan, besi, tembaga dll. Bunga udumbara budha yang terdapat di Gua Lorong Kereta ini memiliki kelopak yang masih kecil dengan tangkai yang seperti benang sutra. Siapa yang melihatnya pasti bakalan terkesima dan terkagum-kagum.











Desa Wisata Panusupan Rembang Purbalingga
Desa Panusupan berada di kecamatan Rembang, Purbalingga. Panusupan merupakan salah satu desa yang memiliki banyak peninggalan purbakala dan keragaman seni masyarakat yang masih terjaga hingga kini dan juga sebagai kawasan wisata religi. Di Panusupan anda bisa menemukan beragam atraksi seni budaya serta melihat beragam kerajinan yang diolah masyarakat setempat. Untuk menjangkau desa ini dari pusat kota diperlukan waktu sekitar 30 menit.
Ketika berkunjung ke desa Panusupan anda dapat melakukan beragam aktifitas seperti kegiatan tracking  ke puncak bukit Ardi Lawet dan berpetualang ke ari terjun, mengunjungi sentra produksi gula merah, pembuatan batu akik, mengenal peninggalan batu purbakala, dan pembuatan suvenir khas Panusupan. Desa panusupan juga dapat dijadikan sebagai lokasi outbound ataupun camping di kawasan obyek wisata Wanatirta hingga aktifitas river trekking pada sungai yang membentang di desa tersebut.
Beragam kesenian di desa Panusupan kini dikemas sebagai paket wisata edukasi sehingga para pengunjung dapat belajar karawitan, khotekan lesung, melihat tari Dayakan, dan tarian Lengger Unil guna memberikan pembekalan dan pengetahuan tentang kearifan lokal di desa Panusupan.
Desa Panusupan juga merupakan salah satu desa yang menjadi tujuan utama para peziarah di wilayah Purbalingga dan sekitarnya yaitu dengan mengunjungi makam Syekh Jambu Karang yang merupakan salah satu tokoh penyebar Islam di Purbalingga. Lokasi makam terseubt berada diatas bukit Ardi Lawet  dan disini juga anda dapat menjumpai gugusan Batu Tegak dengan tinggi lebih dari 10 meter yang nampak menyangga bagian bawah makam tersebut. Selain itu, karena tingginya lokasi makam maka tiap pengunjung juga dapat melihat bentang panorama alam yang indah dari atas bukit tersebut.

Situs Purbakala

Panorama Pesona Alam
Hasil gambar untuk pesona alam desa wisata panusupan purbalingga
Wisata Reliji Ardi Lawet panusupan
Kebudayaan


Senin, 30 Mei 2016

Asal-Usul Desa Tetel. Pengadegan. Purbalingga





Desa tetel berbatasan langsung dengan desa pengadegan (Kota Kecamatan), di sebelah selatan berbatasan dengan desa pengadegan, sebelah utara ber batasan dengan desa pepedan kecamatan karangmoncol, sebelah timur desa Tegal Pingen dan di sebelah barat desa Sidareja Kaligondang.
Belum ada sumber yang kuat yang menceritakan asal usul nama desa Tetel, tapi menurut cerita orang tua desa tetel artinya desa yang kelak akan mempunyai penduduk yang padat (Tetel), itu di karenakan wilayah selatan pengadegan yang semakin padat dan nanti benyak orang yang beralih tinggal di sebelah utara tepatnya desa tetel kecamatan pengadegan. Di desa ini ada grumbul Sekar Teja yang konon kelak akan menjadi pasar yang ramai suatu saat nanti.
Desa tetel juga punya nenek moyang pendiri desa ini, yang sudah di kenal oleh semua penduduk desa, yaitu Mbah Manguntapa. Apakah ada siklus jejak peninggalan Mbah Manguntapa? Tentu saja ada tepatnya di komplek pemakaman depok desa tetel, di sini ada jejak sejarah atau bahasa kerennya prasasti peninggalan, yaitu berupa 7 batu sedang yang letaknya tertata pas buat orang melakukan sujud. Batu paling depan ada cekungan bekas dahi kepala/sirah, dua batu di belakang ada bekas telapak tangan kanan dan kiri, dua batu di belakangnya lagi ada bekas lutut kanan kiri, dan dua batu paling belakang ada bekas telapak kaki kanan dan kiri. konon Jaman dahulu Mbah Manguntapa bersemedi menyepi di sini, saking khusunya si mbah sudah tidak menyadari waktunya sudah berapa lama bersemedi hingga akhirnya si mbah manguntapa ini hilang dan tidak kelihatan wujudnya. Hingga sampai sekarang belum ada satu orangpun yang bisa melihat apalagi menemukan Mbah Manguntapa ini. Itulah sejarah Desa Tetel semoga bermanfaat.


Owabong Waterpark


Hasil gambar untuk owabong purbalingga


Sejarah berdirinya tempat wisata Owabong yaitu : berawal dari sebuah kolam renang pribadi yang dibuat oleh warga negara Belanda yang dibangun pada tahun 1946, kemudian diambil alih seorang keturunan Tionghoa bernama Kwi Sing. Pada tahun 2004 kemudian dibeli oleh PEMDA kabupaten Purbalingga yang akhirnya membangunnya sebagai sebuah wahana wisata keluarga dan diperluas hingga 4,8 Ha dari sebelumnya yang hanya 1 Ha saja hingga selesai dan diresmikan pada 1 Maret 2005 lalu.Tempat wisata owabong terletak tepatnya di desa bojongsari kecamatan bojongsari kabupaten purbalingga provinsi jawa tengah.

Harga tiket masuk owabong yaitu : Senin – Jumat = Rp 15.000,- sedangkan Sabtu, Minggu dan Tanggal Merah = Rp 25.000,-per orangAnak usia 3 (tiga) tahun bayar penuh. Dengan hanya membayar tiket tersebut kita sudah dapat menikmati semua wahana air yang ada tetapi kalau kita mau menikmati wahana yang lain akan dikenakan tiket lagi seperti Flying Fox=Rp 15.000,-,Theater 4 dimensi=Rp 20.000,-,Anjungan wisata dirgantara(pesawat Fokker)=Rp 7.000,-,Buggykart=Rp 50.000,-,Kolam air hangat dan terapi ikan=Rp 15.000,-,Jet coaster=Rp 10.000,-,Gokart=Rp 50.000,-,Pelampung ring=Rp 15.000,-,Jetsky=Rp 15.000,-.Di tempat wisata owabong juga sudah terdapat fasilitas penungjang untuk para penelusur seperti mushola,resto dan foodcourt,kamar ganti dan kamar bilas,toilet bersih dan nyaman,tribune,dan juga tempat parkir yang luas.


Fitur
Owabong adalah wisata air terbesar di Jawa TengahOwabong memiliki berbagai bentuk dan ukuran kolam renang, mulai ditujukan untuk orang dewasa dan anak muda diamati. Owabong wilayah adalah daerah yang terletak di daerah pegunungan yang memiliki pemandangan dan udara sejuk. Air yang digunakan untuk mengisi kolam adalah air dari pegunungan yang dipertahankan dan segar. Air begitu jelas dan sehat untuk berenang. Daerah yang luas dengan berbagai permainan di kolam renang masing-masing akan membuat tamu merasa senang dan bebas.
Selain kolam renang dan air game, di Owabong juga berisi berbagai hewan langka di pameran di setiap sisi jalan. Hewan cukup terawat dengan baik dan jinak, sehingga pengunjung dapat berinteraksi dan foto dengan binatang.
Setiap periode ada kompetisi dan pertunjukan, aksi panggung. Untuk setiap peristiwa dapat ditonton oleh pengunjung secara gratis. Acara peringatan Beberapa biasanya diadakan hari-hari besar yang diadakan badan-badan regional atau lokal.
Taman yang luas membuat pengunjung lebih nyaman liburan, cocok untuk rekreasi dengan keluarga dan untuk merayakan peristiwa penting dalam kegiatan ini.

Fasilitas
Jelajahi andalan memiliki berbagai fasilitas sebagai penunjang kenyamanan pengunjung, seperti Masjid, toilet dan ruang ganti dan kamar mandi yang banyak tersedia, barang loker sebagai penitipan barang, tempat duduk, warung makanan, parkir luas dan aman. Untuk tempat seperti wisma dan penginapan dan hotel, dekat dengan pusat kota.

Owabong sekarang sudah sangat terkenal. Buktinya setiap hari Owabong di datangi oleh pengunjung dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara. Apalagi kalau musim liburan, ribuan orang siap memadati Obyek Wisata tersebut.
Sebelum di bangun Owabong, tempat ini juga tempat pemandian ( kolam renang ) namanya Kolam Renang Bojongsari. Airnya dingin dan segar, karena airnya berasal dari mata air pegunungan. Sama seperti Owabong sekarang ini airnya masih tetap segar dan dingin. Bedanya, sekarang sudah semakin besar dan semakin banyak pengunjung.

Wahana yang ada di Owabong, antara lain :

1. Kolam Olympic


Kolam Olympic ini berstandar internasional yang memiliki ukuran 21 x 50 meter, 8 lintasan dengan kedalaman minimal 120 cm dan maksimal 225 cm.Ini adalah kolam utama waktu dulu masih sebagai kolam renang bojong sari sebelum jadi owabong yang besar seperti sekarang.
Kolam ini standar internasional dan untuk org dewasa jadi di saran kan anak-anak di bawah umur jangan bermain di kolam olimpik ini, dan untuk fasilitas kolam renang anak-anak, di owabong menyediakan kolam renang khusus anak dan banyak jenis pilihan kolam renangnya.

2. Waterboom


Waterboom ini memiliki ketinggian 13 meter. Dan yang paling tinggi di Jawa Tengah.Bayangkan sensasi ketika anda meluncur dari ketinggian 13 meter. Penasaran? dan tidak membosankan tentunya,,,datang kesini.

3. Ember Tumpah

Hasil gambar untuk ember tumpah owabong purbalingga

Pengin merasakan sensasi di hajar air dari ember tumpah raksasa ini, serasa di bawah air terjun tertinggi di dunia.

4. Melawan Arus


Kanal arus ini sepanjang sekitar 200 meter. Di sini pengunjung bisa menyewa Perahu Kayak, Banana Boat, dan Pelampung. berasa bermain di sungai yang bersih dan bebas banjir.

5. Kolam Pesta Air


Pengunjung bisa bersenang-senang di sini sepuasnya bermain air dengan keluarga, sahabat dan pengunjung lain.

6. Pantai Bebas Tsunami


Apakah bermain pasir pantai kita harus pergi ke pantai? Jawabannya tentu tida, di owabong ada pantai bebas sunami. Apakah ini pantai benaeran? Tentu saja tidak. Ini adalah pantai buatan yang di sisi sisi kolam renang di beri pasir pantai dan di desain sedemikian rupa sehingga menyerupai pantai, wah bener-bener seperti di pantai, di pinggir kolam terdapat pasir-pasir pantai, di sini juga ada perahu kecil. Sesuai dengan namanya, pantai ini terbebas dari tsunami,karena bukan di pantai sungguhan.

7. Flying Fox


Terbang meluncur terpanjang diatas pantai bebas tsunami.

8. Arena gokart


9. Kolam Ombak







Hasil gambar untuk kolam ombak owabong